Sunday, 25 June 2017 01:51:29

Cara Merawat Kucing Persia Agar Gemuk dan Menggemaskan

Tips & cara mudah merawat kucing bagi pemula agar gemuk & lucu - Kucing Persia merupakan salah satu jenis kucing peliharaan yang populer dan banyak dipelihara para pecinta kucing di dunia. Perawakannya yang unik dengan wajah bulat dan hidung pesek, membuat kucing persia bisa dengan mudah menarik perhatian dan membuatnya digemari banyak orang. Seperti Kucing Anggora yang terkenal akan kecantikan dan tingkah lakunya yang lucu serta terkadang memperlihatkan sifat manja, Kucing Persia juga sangat cocok dijadikan hewan peliharaan di rumah.

Memiliki peliharaan Kucing Persia yang sehat, bertubuh gemuk dan lucu tentu menggemaskan. Namun, jika kucing di rumah kurus, terlihat kurang sehat dan cenderung malas tentu akan terlihat kurang menyenangkan. Oleh karena itu, penting bagi pemilik Kucing Persia untuk tahu dan mengerti bagaimana cara merawat kucing persia dengan baik agar kucing bertubuh gemuk dan terjaga kesehatannya.

Tips & Cara Merawat Kucing Persia Agar Gemuk

Memang merawat Kucing Persia agar memiliki badan yang gemuk dan menggemaskan bukan perkara yang mudah, terlebih jika baru pertama kali memeliharanya. Meskipun demikian, hal tersebut bukanlah hal yang sulit untuk dijalankan, terutama bagi Anda yang menginginkan Kucing Persia peliharaan di rumah sehat dan gemuk. Cobalah untuk mengikuti tips dan cara merawat kucing persia di bawah ini.

Kenali Penyebab Tubuh Kucing Kurus

Jika kucing di rumah terlihat kurus, sebaiknya kenali terlebih dahulu penyebabnya. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah amati dengan seksama tingkah laku kucing, apakah selalu tidur? Apakah badannya panas dan bagaimana dengan kondisi pup kucing? Jika mencret, badan kucing panas, bisa jadi sedang sakit. Kucing yang sakit akan sulit untuk makan dan tubuhnya lama-lama akan menjadi kurus.

Periksa juga potensi kucing terkena cacingan. Hal ini terlihat apabila kucing memiliki nafsu makan yang baik dan makan dengan teratur, namun tubuhnya masih kurus maka bisa jadi kucing tersebut cacingan. Ciri lain kucing yang terkena cacingan adalah suka banyak minum air putih, menyendiri, sering terlihat lemas dan perut buncit yang tidak sehat.

Apabila Anda mendapati kucing Anda mengalami ciri-ciri seperti yang diatas, maka langkah terbaik adalah membawanya ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan secara profesional.

Hindari Stress Pada Kucing

Tidak hanya manusia, kucing juga bisa mengalami stress. Apabila Anda menyadari ada perubahan sikap atau rutinitas pada kucing Anda, maka Anda perlu waspada, bisa jadi kucing mengalami stress. Stress pada kucing bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti misalnya Anda memiliki binatang peliharaan yang baru, Anda pergi untuk waktu yang lama tanpa membawa kucing Anda atau bisa juga Anda membawanya ke dokter hewan yang belum dia kenal. Stress pada kucing bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun dan nafsu makan turun.

Foto Kucing yang Sedang Stress

Kucing yang stress akan membuatnya cenderung murung dan tidak mau makan, hingga pada akhirnya tubuhnya menjadi kurus dan pada sebagian kasus bisa berujung pada kematian. Untuk mengatasi masalah ini, tips yang bisa Anda coba adalah dengan menambah mainan kucing (cat toys), mengajaknya bersosialisasi dengan kucing yang lain dan luangkan waktu lebih banyak untuk mengajaknya bermain. Dengan cara ini diharapkan kucing tidak lagi stress dan nafsu makannya kembali normal.

Kenali Pengaruh Hormonal Kucing dan Cek Riwayat Keturunan Kucing

Saat kucing beranjak dewasa, maka hormon reproduksinya mulai aktif. Hal ini akan menyebabkan kucing kurang memperhatikan soal makanan dan lebih tertarik dengan kucing lawan jenis. Pada fase ini, kucing bisa turun nafsu makannya, maka dari itu lebih mudah kurus. Untuk mengatasinya, Anda perlu memisahkan kucing betina dewasa dengan kucing jantan dewasa jika belum akan dikawinkan, atau Anda juga bisa melakukan sterilisasi jika tidak berencana untuk breeding atau mengembang-biakkannya.

Kemudian, cek juga mengenai riwayat genetik kucing. Kucing yang berasal dari indukan yang bertubuh besar, biasanya juga akan memiliki tubuh yang besar juga. Begitu juga dengan kucing yang berasal dari indukan bertubuh kecil, maka akan menurunkan genetik tubuh kecil pada keturunannya. Namun, meskipun kucing memiliki genetik tubuh besar, tetap harus membutuhkan asupan nutrisi yang baik agar tetap bisa sehat dan bertubuh gemuk.

Perhatikan Asupan Makanan dan Kalori Kucing

Kucing yang kurus bisa jadi disebabkan oleh jumlah makanan yang disediakan kurang banyak. Oleh karena itu, perlu ditambah sedikit demi sedikit dan usahakan untuk selalu tersedia makanan di mangkuk makanannya. Jangan memberikan makanan dalam jumlah banyak sekaligus, karena hal ini justru cenderung akan diacuhkan oleh kucing. Pastikan juga Anda memberikan dryfood berkualitas (protein yang lebih banyak dan tanpa pewarna) dengan level grain-free.

Selain itu, perhatikan juga asupan kalori pada kucing. Kalori sangat penting untuk menambah berat badan kucing. Untuk mendapatkan asupan kalori, Anda bisa memberikan daging mentah (raw diet food) atau kitten food (makanan untuk anak kucing). Makanan untuk anak kucing, mengandung lebih banyak protein dan lemak daripada makanan untuk kucing dewasa. Sementara untuk pemberian daging mentah, usahakan daging tersebut bebas dari bakteri.

Perhatikan Kemampuan Cerna Pada Kucing

Kemampuan cerna yang baik pada kucing akan membuat makanan yang dikonsumsi akan mudah diserap tubuh dengan maksimal. Sebaliknya, pencernaan kucing yang bermasalah akan membuat asupan nutrisi yang masuk menjadi kurang dan lebih banyak terbuang menjadi kotoran. Untuk mengetahui kemampuan cerna kucing, bisa dilihat dari kotoran kucing, apabila banyak dan cenderung basah, maka kemampuan cerna kucing bermasalah. Salah satu penyebabnya adalah kualitas makanan untuk kucing dan untuk mengatasinya Anda bisa menanyakan lebih lanjut kepada dokter hewan tentang aneka makanan yang baik untuk kucing.

Kurangi Aktivitas Kucing dan Gunakan AC

Cara merawat kucing persia agar gemuk selanjutnya adalah membatasi atau mengurangi aktivitas kucing dan menggunakan AC dalam ruangan. Kucing yang aktif akan senang bermain-main dan berlari, sehingga aktivitas yang tinggi seperti ini bisa membakar kalori lebih cepat dan banyak. Aturlah waktu bermain kucing dan berilah cukup istirahat untuk makan dan tidur agar kalori tersimpan dalam jumlah yang cukup. Anda bisa menggunakan trik AC, dimana dengan menghidupkan AC ruangan, biasanya kucing menjadi lebih malas untuk bergerak tapi meningkatkan nafsu makannya. Dengan tetap berada di dalam ruangan, kucing juga relatif lebih sehat dan bulunya semakin tebal.

Gunakan Hand Feeding dan Makanan Berbau Tajam

Menyuapi kucing atau hand feeding bisa menjadi salah satu solusi jika kucing kerapkali mengacuhkan makanan yang diberikan. Hand Feeding bisa dilakukan dengan suntikan (spuit) dan yang terpenting jangan sampai dipaksakan.
Cara lain agar kucing tertarik dengan makanan adalah dengan membujuknya dengan makanan yang berbau tajam. Makanan basah kalengan biasanya memiliki bau yang tajam, sehingga diharapkan dengan menyajikan makanan ini, akan membuat nafu makan kucing kembali lewat indra penciumannya.

Vitamin dan Vaksin

Pemberian vitamin pada kucing akan menunjang dan menstimulasi nafsu makan kucing. Vitamin yang mengandung minyak ikan biasanya disarankan untuk menjaga kesehatan dan nafu makan. Selain itu, vitamin B12 juga berperan dalam memperbaiki nafsu makan kucing yang kurang. Konsultasikan dengan dokter hewan, mengenai jenis vitamin apa yang perlu diberikan kepada kucing Anda.

Vaksin Kucing

Jangan lupakan peran vaksin saat membuat program penggemukan kucing. Kucing Persia yang sehat, nafsu makannya akan tinggi dan lebih mudah gemuk. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak melewatkan jadwal vaksin pada kucing, agar terhindar dari ancaman penyakit.

Konsultasi dengan Dokter Hewan

Dokter hewan dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan dalam menangani masalah kucing. Anda bisa mencoba berkonsultasi dengan dokter hewan langganan Anda apabila sudah mencoba berbagai cara untuk menggemukkan badan kucing, namun tubuhnya masih terlihat kurus dan kurang sehat. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan saran terbaik, bagaimana mengatasi masalah tersebut dan mendapatkan solusi agar tubuh Kucing Persia Anda menjadi lebih gemuk dan menggemaskan.

Gambar Anak Kucing Lucu

Cara Merawat Anak Kucing Persia Umur 2-3 Bulan

Anak Kucing Persia ketika masih berusia 2-3 bulan terlihat lucu dan menyenangkan. Namun, pada masa-masa ini pulalah, anak Kucing Persia berada pada situasi yang rawan. Mereka belum bisa mandiri dan oleh karena itu sebagai pemilik perlu memberikan perhatian lebih banyak dan perawatan ekstra. Bagi Anda yang mengalami kendala saat merawat anak Kucing Persia, berikut kami berikan beberapa tips mudah yang bisa Anda aplikasikan untuk merawat anak kucing persia umur 2-3 bulan.

Menjaga Kesehatan Induk Kucing Persia

Anak kucing yang masih berusia 2-3 bulan membutuhkan induknya untuk menyusui. Oleh karena itu, pastikan sang induk terjaga kesehatannya agar bisa menyusui dengan baik. Langkah yang perlu Anda lakukan adalah dengan memberikan asupan yang baik makanan pada induk dan jaga tempat tinggal dan lingkungannya tetap bersih.

Menjaga Kesehatan Anak Kucing Persia dengan Asupan Makanan yang Cukup

Anak kucing berumur 2-3 bulan, memang mengandalkan asupan susu dari induknya, namun tidak ada salahnya Anda memberikan tambahan susu untuk memberikan nutrisi tambahan kepada anak kucing. Anda bisa memberikan susu formula khusus, dan sebaiknya hindari penggunaan susu sapi yang bisa menyebabkan anak kucing mencret.

Foto Anak Kucing Sedang Makan

Foto Anak Kucing Sedang Makan

Pastikan juga bahwa air yang diminum anak kucing bersih dan higienis. Hal ini untuk menjaga anak kucing tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Gunakan tempat minum dari material bahan berat (agar tidak mudah ditarik-tarik) dan tempatkan cukup rendah agar terjangkau saat anak kucing akan minum.

Perhatikan pula jenis makanan yang akan diberikan pada anak kucing. Saat membeli makanan, pastikan untuk membeli kitten food (makanan untuk anak kucing), bukan yang adult (kucing dewasa). Kitten food mengandung lebih banyak protein dan lemak yang baik untuk perkembangan anak kucing.

Perhatikan Tempat Tinggal Anak Kucing

Karena masih dalam masa-masa yang rawan, tempat tinggal anak kucing sebaiknya benar-benar dijaga kebersihannya. Selain itu, pastikan tubuh mereka tidak kedinginan dengan memberikan penghangat berupa lampu atau kain (selimut). Anak kucing berusia 1-3 bulan, bulu tubuhnya masih sedikit, jadi rentan dengan suhu dingin.

Contoh Tempat Tinggal Kucing Yang Nyaman

Contoh Tempat Tinggal Kucing yang Nyaman

Perhatikan pula luas tempat tinggal anak kucing persia. Berikan tempat yang cukup luas dan tidak terlalu sempit, karena umumnya, anak kucing suka berlari-lari. Dan yang tidak boleh Anda lewatkan, usahakan box (tempat tinggal) anak kucing tidak terlalu lembab, karena bisa menimbulkan penyakit.

Pemberian Vaksin dan Obat

Jangan melewatkan jadwal vaksin pada anak kucing. Umur 8-10 minggu, anak kucing perlu diberikan Vaksin Tricat untuk menghindari penyakit Feline Rhinotracheitis. Pada usia 12-14 minggu, anak kucing perlu mendapatkan Vaksin Tetracat untuk menghindari anak kucing dari resiko penyakit Feline Panleucopenia, Felina Calicivirus, Clamydia dan Feline Rhinotracheitis. Dan pada saat usianya menginjak 20 minggu, anak kucing diberikan Vaksin Rabies. Anda bisa datangn ke dokter hewan untuk mendapatkan vaksin dan obat untuk anak kucing dengan dosis dan cara penggunaan yang tepat.

Jangan Memandikan Anak Kucing

Untuk merawat anak kucing persia umur 2-3 tahun, sebaiknya hindari memandikannya langsung dengan air, karena bisa menyebabkan anak kucing kedinginan dan sakit. Sebaiknya cukup dengan mandi kering atau mandi dengan cara di lap saja, untuk lebih lengkapnya Anda bisa membaca artikel cara memandikan kucing yang telah kami tulis sebelumnya.

Bagaimana? Apakah Anda sudah siap untuk membuat Kucing Persia Anda mejadi lebih gemuk dan menggemaskan? Jika ada pertanyaan jangan sungkan untuk berkomentar. Kami akan dengan senang hati membaca dan membalas komentar Anda.

Anda seorang pemula dan bingung bagaimana cara merawat kucing yang baik? Kami mengulas cara merawat kucing baik, induk maupun kitten, kucing lokal maupun ras, serta tips perawatan kucing lainnya secara detil. Category: Perawatan Kucing. Tagged with: , , .

Terms: Kucing persia agar tubuhnya besar, makanan alami kucing persia, tips agar kucing persia gemuk, video cara memandikan kucing, cara merawat kucing anggora dan persia, cara merawat anak kucing anggora umur 1 bulan, cara merawat kucing anggora umur 3 bulan, cara merawat kucing kampung, cara merawat anak kucing yg baru lahir, cara merawat kucing persia umur 2 tahun, cara memandikan kucing yang takut air, cara memandikan kucing persia di rumah, cara merawat kucing persia medium umur 5 bulan, cara merawat kucing persia agar gemuk dan menggemaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!