Saturday, 21 October 2017 10:46:51

Ini 17 Jenis Kucing Hutan dan Cara Merawatnya

17 jenis kucing hutan dan cara merawatnya (komplit) - Bisa dikatakan hampir semua jenis hewan yang dipelihara di rumah saat ini berasal dari alam liar, tidak terkecuali kucing. Seperti misalnya kucing Anggora yang dahulu liar (berasal dari hutan), kemudian dikembangbiakkan dan dipelihara di rumah-rumah. Namun, tidak semua kucing liar berakhir sebagai kucing rumahan, ada pula kucing liar yang hingga saat ini masih hidup di hutan sebagai hewan yang bebas.

Jenis-jenis Kucing Hutan Yang Ada Di Indonesia Dan Dunia

Sebagian kucing hutan memiliki perawakan yang mirip dengan kucing rumahan, sebagian yang lain memiliki perawakan dan bentuk fisik yang unik, sehingga terlihat eksotis dan menawan. Sayangnya, beberapa diantara spesies kucing hutan sudah masuk kedalam kategori mendekati kepunahan, oleh karena itu penting untuk menjaganya tetap lestari dan jauh dari ancaman pemburu liar yang tidak bertanggung jawab.

Kucing Batu

Kucing Batu memiliki nama latin Pardofelis Marmorata atau Felis Marmorata. Kucing ini memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan kucing pada umumnya, yang membedakan adalah Kucing Batu memiliki kaki yang lebih panjang dan telapak kaki yang lebar, serta tubuh yang lebih ramping. Kucing Batu biasanya mempunyai karakteristik fisik berupa panjang tubuh sekitar 38 hingga 66 cm, kemudian berat badannya 1 hingga 3 kg dan panjang ekor yang bisa mencapai 31 cm. Jenis kucing ini banyak terdapat di Asia Tenggara dan Asia Selatan, untuk daerah Indonesia, Kucing Batu banyak ditemukan di daerah kepulauan Sunda.

Kucing Congkok

Kucing Congkok atau Prionailurus Bengalensis merupakan jenis kucing yang masih masuk kedalam Familie Felidae. Kucing ini mendapat julukan sebagai leopard cat, karena memiliki bulu dengan corak yang mirip dengan motif kulit macan tutul. Kucing Congkok bisa dikategorikan sebagai hewan nocturnal yang banyak beraktivitas di malam hari dan mencari mangsa berupa tikus, tupai, burung, kelinci, serangga dan bajing.

Gambar Kucing Congkok

Gambar Kucing Congkok

Kucing ini banyak ditemukan di daerah Asia Selatan seperti India dan Bangladesh, ada pula di Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan dan di hampir semua negara di Asia Selatan. Kucing Congkok memiliki karakteristik fisik berupa panjang tubuh yang berkisar antara 45 hingga 46 cm dengan berat badan 2 kg.

Selain itu, Kucing Congkok juga memiliki keunikan dimana untuk yang tinggal di daerah utara seperti Jepang dan Rusia memiliki warna bulu silver keabu-abuan, sedangkan yang tinggal di daerah Asia Tenggara memiliki bulu kuning kecoklatan. Di Indonesia sendiri, Kucing Congkak banyak terdapat di Kalimantan dan Sumatera.

Macan Dahan Kalimantan

Macan Dahan Kalimantan merupakan jenis kucing yang berukuran sedang dengan panjang tubuh 90 hingga 95 cm dan berat badan antara 12 hingga 25 kg. Jenis kucing ini hanya terdapat di Pulau Kalimantan dan Sumatera dan banyak dijumpai di hutan dataran rendah ataupun area perbukitan.

Kucing Hutan Macan Dahan

Kucing Hutan Macan Dahan

Ciri unik dari jenis kucing ini adalah bulunya yang berbentuk oval tidak beraturan dengan pinggiran berwarna hitam serta titik-titik hitam yang terdapat didalamnya.

Kucing Emas Asia

Kucing Emas Asia memiliki nama latin Pardofelis Temminckii atau biasa juga disebut kucing Temminck. Kucing Emas Asia merupakan jenis kucing yang memiliki badan berukuran sedang dan banyak dijumpai di Asia Tenggara. Ciri fisiknya berupa berat badan yang bisa mencapai 12 kg dan bulu yang berwarna coklat keemasan.

Kucing Emas Asia

Kucing Emas Asia

Di Indonesia, jenis kucing ini banyak terdapat di Pulau Sumatera. Sayangnya jenis Kucing Emas Asia merupakan salah satu spesies kucing yang terancam kepunahan, oleh karena itu kucing ini menjadi hewan yang dilindungi di Taman Kerinci Seblat.

Macan Dahan Benua

Macan Dahan Benua merupakan jenis kucing dengan ciri fisik berupa bulu yang berwarna abu-abu kecoklatan dengan motif yang mirip seperti awan dan bintik-bintik hitam di badannya. Kucing dengan nama latin Neofelis Nebulosa ini memiliki badan yang berukuran sedang dengan panjang bervariasi mulai dari 90 hingga 95 cm. Sedangkan untuk berat badannya, jenis kucing ini bisa mencapai berat hingga 25 kg.

Foto Macan Dahan Benua

Foto Macan Dahan Benua

Ciri fisik lain yang cukup kentara pada jenis kucing ini adalah memiliki kaki yang pendek serta telapak kaki yang besar, baik pada kucing jantan ataupun betina. Macan Dahan Benua banyak ditemukan di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, China dan India. Hewan ini termasuk binatang nocturnal yang aktif di malam hari, untuk mangsanya mereka biasanya memakan mamalia kecil dan sering bergerak lincah dari satu pohon ke pohon lainnya.

Kucing Merah Kalimantan

Jenis kucing ini merupakan salah satu spesies kucing yang terancam kepunahan. Meskipun pada awalnya banyak ditemukan di daerah Kalimantan, namun Kucing Merah Kalimantan kini populasinya terus menurun dengan kisaran hanya berjumlah sekitar 2000 ekor saja.

Kucing Merah Kalimantan

Kucing Merah Kalimantan

Kucing yang juga disebut sebagai Bornean Bay Cat ini memiliki bulu berwarna merah keemasan yang eksotis dengan ukuran tubuh layaknya kucing pada umumnya. Ancaman kepunahan yang menyerang jenis kucing ini, tentu harus menjadi perhatian tidak hanya pecinta kucing namun juga semua orang yang peduli akan kelestarian hidup kucing ini.

Kucing Bakau

Kucing Bakau juga menjadi salah satu spesies kucing yang termasuk kucing hutan. Hal ini mengacu pada habitat kucing ini yang banyak ditemukan di area hutan-hutan bakau, rawa ataupun di pinggiran sungai.

Foto Kucing Bakau

Foto Kucing Bakau

Kucing Bakau merupakan spesies kucing yang unik, dimana mereka rata-rata memiliki kemampuan berenang yang baik dan banyak berburu mangsa seperti ikan, katak dan ular.

Kucing Kepala Datar

Jenis Kucing Kepala Datar merupakan jenis kucing hutan yang masih berkerabat dengan Kucing Bakau dan Kucing Congkok. Cara hidup dan habitat jenis kucing ini mirip dengan Kucing Bakau, dimana sering ditemukan pada daerah lahan basah seperti rawa dan hutan bakau.

Kucing Kepala Datar

Kucing Kepala Datar

Di Indonesia sendiri, Kucing Kepala Datar banyak menghuni daerah seperti Kalimantan dan Sumatera.

Pallas’s Cat

Pallas’s Cat atau disebut juga sebagai kucing Manul merupakan salah satu kucing hutan yang eksotis. Jenis kucing ini memiliki ukuran badan yang identik dengan kucing domestik pada umumnya, namun dengan bulu yang lebih padat dan berat. Salah satu karakteristik unik dari kucing ini adalah mata yang bulat serta celah gigi yang sedikit. Kucing Pallas’s Cat hidup di area Eropa Timur hingga dataran Siberia.

Andean Mountain Cat

Andean Mountain Cat yang memiliki nama latin Leopardus Jacobita merupakan kucing hutan yang sangat jarang terlihat. Jenis kucing ini menempati habitat berupa pegunungan di negara-negara Amerika Latin seperti Peru, Bolivia, Argentina dan Cile.

Andean Mountain Cat

Andean Mountain Cat

Jenis kucing ini bisa dikatakan hampir punah karena populasinya diperkirakan hanya berada di kisaran angka 2500 ekor kucing saja. Ciri fisik yang ditemui pada jenis kucing ini adalah ukuran tubuh yang tidak lebih besar daripada kucing rumahan serta ekor kucing yang tebal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan saat bermanuver diatas pegunungan.

Fishing Cat

Fishing Cat memiliki nama latin Prionailurus Viverrinus. Jenis kucing ini banyak ditemukan di negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara. Habitatnya lebih sering terlihat pada area yang banyak terdapat air atau sungai, karena mendekatinya tempat tinggal mangsanya yakni ikan.

Foto Fishing Cat Di Kebun Binatang

Foto Fishing Cat Di Kebun Binatang

Sayangnya Fishing Cat merupakan salah satu spesies kucing yang terancam punah karena habitatnya banyak tergerus oleh kegiatan manusia.

Margay Cat

Margay Cat merupakan jenis kucing hutan yang menyerupai kucing rumahan dengan nama latin Leopardus Wiedii. Jenis kucing ini memiliki kaki yang relatif lebih panjang yang sangat berguna untuk memanjat dari pohon satu ke pohon yang lain.

Foto Kucing Hutan Margay Cat

Foto Kucing Hutan Margay Cat

Margay Cat banyak ditemukan di wilayah sepanjang negara Mexico hingga Brazil. Kucing ini termasuk hewan nocturnal yang aktif dan berburu mangsa di malam hari.

Serval Cat

Serval Cat memiliki nama latin Leptailurus Serval merupakan jenis kucing liar yang banyak ditemukan di daerah Afrika dengan ciri fisik berupa kaki yang panjang. Jenis kucing ini banyak mendiami padang savana Afrika. Mereka memiliki karakteristik fisik yang cukup baik, sehingga bisa dengan lincah bergerak di padang rumput untuk mengejar dan mendapatkan mangsa.

African Golden Cat

African Golden Cat merupakan spesies kucing hutan yang memiliki nama latin Profelis Aurata. Meskipun memiliki nama tengah “golden”, jenis kucing ini tidak selamanya memiliki bulu berwarna emas, bahkan warnanya bisa bervariasi mulai dari emas kemerahan hingga abu-abu gelap.

African Golden Cat

African Golden Cat

African Golden Cat merupakan hewan endemik yang mendiami hutan hujan Afrika di area khatulistiwa. Kucing dengan karakteristik fisik berupa panjang 30-32 inchi dan berat hingga 40 kg ini sangat jarang terlihat dan bisa dikatakan merupakan spesies yang hampir punah.

Caracal Cat

Caracal Cat atau Caracal Caracal merupakan salah satu jenis kucing hutan dengan penampilan yang unik. Mereka memiliki bentuk telinga yang lancip dan sedikit menjulang keatas.

Gambar Kucing Hutan Karakal

Gambar Kucing Hutan Karakal

Jenis kucing ini memiliki warna tubuh coklat keemasan. Mereka banyak ditemukan di area pegunungan atau gurun dan memiliki kemampuan bertahan hidup tanpa air lebih lama daripada jenis kucing lainnya.

Sand Cat

Sand Cat yang memiliki nama latin Felis Margarita adalah salah satu kucing hutan yang dijumpai di padang pasir Afrika, Asia Barat dan Semenanjung Arab. Sand Cat memiliki karakteristik fisik berupa bentuk kepala yang lebar serta bulu yang tumbuh diantara kaki. Kucing Sand Cat merupakan hewan yang terancam punah, sehingga perburuannya dilarang di hampir semua negara.

Iberian Lynx

Iberian Lynx adalah jenis kucing hutan yang paling terancam resiko kepunahan. Iberian Lynx hanya ditemukan sedikit saja dari populasinya yang masih bertahan. Mulai tahun 2002, dilakukan upaya untuk mempertahan populasi kucing eksotis ini agar tidak punah, mulai dari upaya meningkatkan habitatnya, menambah jumlah kelinci (sumber makanannya) hingga langkah ini berbuah hasil dengan meningkatnya jumlah Iberian Lynx dari 100 ekor menjadi 326 ekor pada tahun 2012.

Cara Merawat Kucing Hutan

Tidak seperti kucing rumahan lainnya yang banyak dipelihara di rumah-rumah, hanya sedikit dari sekian spesies kucing hutan yang cukup sering ditemui menjadi peliharaan, salah satunya adalah Kucing Bengal atau banyak orang menyebutnya Kucing Blacan.

Jenis kucing ini memiliki badan yang panjang dan otot tubuh yang kuat. Mereka juga dibekali dengan tulang yang kuat serta besar. Kucing Blacan memiliki kepribadian yang berbeda dengan kucing rumahan, mereka cukup sulit berinteraksi dengan manusia dan bisa menyerang jika merasa dirinya terancam. Berikut ini beberapa tips dalam merawat kucing hutan (Kucing Blacan).

  • Layaknya kucing hutan, jenis kucing ini tergolong memiliki kepribadian yang liar. Oleh karena itu akan lebih baik jika Anda merawatnya sedari kecil (usia 2 bulan keatas) agar sisi liarnya bisa terkontrol. Untuk usia dibawah 2 bulan, anak kucing sebaiknya masih dalam perawatan induknya.
  • Kucing Blacan suka dan merasa nyaman apabila berada di tempat yang hangat seperti alam terbuka. Maka, sebaiknya siapkan tempat khusus untuk tempat tinggal kucing yang bisa membuatnya merasa nyaman dan hangat.
  • Meskipun masih kecil, Anda perlu berhati-hati saat akan memberikan makanan, karena mereka bisa saja bersikap agresif. Oleh karena itu, biasakan untuk menggunakan alat suntik atau spuit saat memberikan makanan pada si kucing.
  • Saat masih kecil, berikanlah jenis asupan makanan secara selang-seling, artinya tidak setiap hari makanan yang diberikan adalah cat food kemasan, tapi sisipkanlah asupan daging segar, bisa berupa daging ayam atau daging sapi yang diiris tipis untuk memudahkannya makan. Selain itu, cara ini juga akan membantu kucing dalam beradaptasi dengan makanan khas kucing rumahan.
  • Setelah agak dewasa, Anda bisa mencampur cat food kemasan (yang sudah dihancurkan terlebih dahulu) dengan daging segar. Apabila kucing sudah mulai terbiasa, Anda bisa menggunakan makanan kemasan yang biasa dijual di Pet Shop.
  • Kucing hutan juga perlu vaksinasi agar kondisi kesehatannya terjaga. Oleh karena itu, bertanyalah dan konsultasikan kepada dokter hewan langganan Anda tentang jadwal vaksin dan jenis vaksin apa saja yang perlu diberikan pada si kucing.
  • Mandikan kucing setidaknya 1 minggu sekali agar tetap bersih dan terhindar dari resiko kuman penyakit. Hindari penggunaan shampo yang biasa digunakan manusia, namun gunakan shampo yang khusus digunakan kucing. Selain itu, untuk menjaga bulunya dalam kondisi baik, perlu digosok secara lembut dengan menggunakan sikat yang halus.

Harga Kucing Hutan

Kucing Bengal atau Kucing Blacan yang dipelihara di rumah harganya tergolong sangat mahal. Hal ini cukup beralasan karena populasinya yang tidak sebanyak kucing rumahan pada umumnya. Untuk mendapatkan kucing unik ini, Anda perlu merogoh kocek tidak kurang dari 10 juta hingga 40 juta rupiah.

Selain itu, untuk bisa memeliharanya, Anda memerlukan izin terlebih dahulu, jika tidak maka bisa terkena pidana sesuai dengan UU PP No. 7 Tahun 1999 dan UU No. 5 Tahun 1990 tentang perlindungan tumbuhan dan satwa yang ada di Indonesia. Well, sekian dulu ya artikel dari KucingMeong.com yang membahas kucing hutan, artikel selanjutnya akan mengulas jenis kucing ras yang tentunya juga lengkap dan bisa bermanfaat buat semua pembaca.

Ini beberapa jenis kucing hutan, baik kucing hutan di Indonesia maupun yang di luar Indonesia, yang wajib Anda ketahui. Category: Jenis Kucing, Perawatan Kucing. Tagged with: , , .

Terms: kucing huTan, jenis jenis kucing hutan, kucing, panduan identifikasi jenis kucing hutan, jenis kucing hutan, cara merawat kucing hutan bayi, harga kucing hutan di pasar jatinegara, cara merawat kucing hutan yang masih bayi, cara merawat kucing hutan agar jinak, harga kucing hutan di jatinegara, harga kucing hutan di pasar pramuka, jenis kucing hutan di indonesia, harga kucing hutan dahan, cara merawat kucing hutan umur 2 bulan, ini 17 jenis kucing hutan dan cara merawatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!