Monday, 23 October 2017 21:03:22

Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Distemper Pada Kucing

Distemper kucing: penyebab, gejala dan pengobatan distemper kucing - Distemper pada kucing merupakan salah satu penyakit yang berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bisa berakibat fatal karena sifat virus yang berdiam diri di dalam sel. Distemper juga dikenal dengan nama lain, yakni Feline Panleukopenia karena gejala klinisnya yang berhubungan dengan penurunan sel darah putih (leukosit).

Penyakit Distemper bisa menyerang kucing di segala umur dan yang paling rentan adalah anak kucing (dibawah 1 tahun atau 5 bulan) yang masih lemah daya tahan tubuhnya. Pada umumnya penyakit ini menyerang saluran pernafasan, saluran pencernaan dan sistem saraf pusat. Virus yang menyebabkan Distemper ditransmisikan melalui udara dari nafas atau sekresi nasal dari hewan penderita Distemper.

Penyebab dan Penularan Penyakit Distemper

Selain dikenal dengan nama Feline Panleukopenia, penyakit Distemper juga dikenal dengan istilah lain yakni feline infectious enteritis karena gejala klinisnya yang menyerang saluran pencernaan terutama bagian usus. Ada juga yang menyebutnya Feline Parvovirus karena penyebab penyakit ini adalah virus Parvo.

Sebenarnya jenis virus ini sudah ada di dalam tubuh setiap kucing, hanya saja imun serta daya tahan tubuh yang baik, bisa menekan pertumbuhan virus ini. Namun, pada saat ada perubahan cuaca dan ketika daya tahan tubuh kucing melemah, bisa menghidupkan virus ini. Mereka bisa dengan cepat membelah diri untuk kemudian menyerang sistem pencernaan (usus) hingga ke otak.

Gambar Kucing yang Terkena Distemper

Distemper bisa menjangkiti ras kucing lokal maupun ras kucing lainnya. Virus ini bisa menular dari kucing yang satu ke yang lain melalui perantara udara, gigitan kutu, air liur, kotoran dan bekas makanan. Kucing anakan yang belum mendapatkan vaksinasi sangat rentan dengan serangan virus ini dan apabila tidak segera ditangani dengan baik, bisa menyebabkan kematian.

Agar terhindar dari penularan virus Distemper, Anda perlu mewaspadai beberapa tempat seperti lingkungan yang banyak terdapat kucing liar, kemudian waspadai tempat penitipan hewan yang tidak menjaga higienitasnya. Dan, penularan utama virus ini pada kucing adalah melalui kontaminasi yang berasal dari feses kucing yang menderita Distemper.

Gejala Distemper Pada Kucing

Kucing yang terkena penyakit Distemper memiliki gejala klinis yang hampir mirip dengan penyakit kucing pada umumnya, sehingga terkadang dianggap biasa hingga akhirnya terlambat dalam penanganan yang berujung pada kematian kucing. Berikut ini beberapa gejala Distemper pada kucing yang perlu diwaspadai.

Posisi Hunched Up

Posisi Hunched Up merupakan posisi yang khas dilakukan kucing dengan posisi yang terduduk dagu serta dada yang menempel pada lantai. Kucing yang duduk dengan posisi seperti ini disebabkan karena adanya rasa sakit pada bagian perut. Kucing cenderung tidak ingin bergerak dan berusaha untuk melindungi bagian perutnya.

Foto Kucing yang Sedang Merasa Sakit

Foto Kucing yang Sedang Merasa Sakit

Demam Tinggi

Demam yang tinggi juga menjadi salah satu gejala Distemper pada kucing. Panas tubuh kucing yang terserang Distemper bisa mencapai 39.50C, dimana demam tinggi ini merupakan bentuk respon tubuh kucing dalam mempertahankan diri dari virus.

Kucing Senang Menyendiri dan Bersembunyi

Kucing yang sakit biasanya cenderung suka menyendiri dan menghilang selama beberapa hari. Mereka akan mencari tempat untuk bersembunyi agar mereka bisa merasa nyaman dan tidak terganggu oleh kucing lain karena rasa sakit yang diderita.

Kucing yang Senang Menyendiri

Waspadai Kucing yang Senang Menyendiri

Kucing Tidak Nafsu Makan Selama Kurang Lebih 2 Hari

Akibat dari rasa sakit pada bagian perut dan tubuh, kucing menjadi tidak selera dengan makanan. Meskipun kita beri makanan kesukaannya, kucing akan menolak dan menghindar. Kucing bisa bertahan untuk tidak makan maksimal selama 3 hari, jika lewat maka kucing akan mengalami hepatic lipidosis atau kerusakan sel hati pada kucing yang tergantikan oleh lemak.

Kucing Terus Menerus Muntah

Karena virus penyebab Distemper menyerang saluran pencernaan, maka gangguan pada area tersebut juga terjadi pada area hati, lambung dan kantung empedu. Efek dari hal tersebut adalah kucing mulai sering merasakan mual-mual yang diikuti dengan muntah. Kemudian, asam lambung juga naik karena infeksi serta tidak adanya makanan yang masuk. Biasanya, muntah yang dihasilkan akan berupa cairan berwarna kuning.

Kucing Mengalami Mencret

Virus Distemper menyerang daerah usus yang menyebabkan kerusakan sel usus. Dampaknya, tubuh kucing tidak bisa melakukan penyerapan air dengan sempurna, sehingga banyak yang keluar melalui diare. Gangguan pada usus juga menyebabkan penyerapa nutrisi yang tidak sempurna, selain itu kerusakan pada sel hingga pembuluh darah juga menyebabkan diare yang keluar berwarna merah karena darah.

Kucing Mengalami Dehidrasi

Efek dari muntah dan mencret yang terus menerus akan menyebabkan kucing mengalami dehidrasi. Hilangnya banyak cairan dari dalam tubuh kucing menyebabkan mata kucing menjadi terlihat lebih cekung dan elastisitas pada kulit juga berkurang.

Terdapat Gejala Syaraf Pada Anak Kucing (Kitten)

Anak kucing yang tertular virus Distemper dari induknya akan mengalami kelainan pada syaraf. Kelainan yang terjadi biasanya berupa kesulitan dalam berjalan, dimana anak kucing akan berjalan sempoyongan dan tidak seimbang.

Selain beberapa gejala utama diatas, ada beberapa gejala lain yang ditengarai terjadi pada kucing yang terserang Distemper, diantaranya:

  • Kucing terlihat depresi dan tidak ceria
  • Kucing tidak mau minum sama sekali
  • Kucing mengalami kejang-kejang
  • Bulu kucing terlihat kusut dan kasar
  • Sebagian kucing yang terserang Distemper mengalami malfungsi hati dimana terlihat kekuningan pada bagian telinga, leher dan wajah.

Cara Mengobati Distemper Pada Kucing

Bukan tanpa alasan kenapa Distemper pada kucing disebut sebagai penyakit yang mematikan karena faktanya sebanyak 90% anak kucing yang berusia dibawah 5 bulan dan belum divaksin akan sulit bertahan dari serangan virus ini. Oleh karena itu penting untuk mengetahui sedari dini gejala-gejala yang terjadi saat kucing terserang virus ini dan segera melakukan penanganan yang dibutuhkan, agar terhindar dari resiko kematian.

Apabila Anda mendapati kucing di rumah berdiam diri, tidak nafsu makan, mengalami muntah dan diare secara terus-menerus, alangkah baiknya untuk segera membawanya ke dokter hewan untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit yang dialami. Kucing yang terserang Distemper dengan kasus yang tidak terlalu parah, bisa menggunakan pengobatan Interferon.

Foto Kucing yang Menderita Distemper

Foto Kucing yang Menderita Distemper

Dehidrasi merupakan salah satu gejala utama dari Distemper, oleh karena itu perlu ditangani dengan cepat agar tidak membahayakan nyawa kucing. Langkah yang bisa diterapkan adalah dengan mengembalikan level cairan dalam tubuh dan menyeimbangkan kadar elektrolit tubuh. Terapi infuse biasanya digunakan untuk memperbaiki kondisi tubuh kucing dari dehidrasi. Selain itu, karena virus ini menyerang sistem imun dalam tubuh kucing, maka dokter hewan akan meresepkan antibiotik prophylactic untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Agar penyembuhan berjalan dengan lebih cepat, Anda perlu menempatkan kucing pada area yang tenang, hangat, jauh dari kegiatan dalam rumah dan terpisah dari binatang lain ataupun anak-anak. Letakkan tempat makan dan litter box kucing sedekat mungkin agar mudah untuk mereka jangkau. Gunakan jenis pakan basah atau pakan khusus untuk kucing yang mengalami gangguan pencernaan.

Penanganan yang baik dan tepat pada kucing yang terserang Distemper hingga mampu melewati 48 jam yang pertama, maka besar kemungkinan kucing tersebut akan kembali sembuh dan akan mendapatkan imunitas (kekebalan) apabila virus ini (Feline Panleukopenia) menyerang kembali. Dibutuhkan beberapa pekan agar kucing bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Pencegahan Kucing dari Penyakit Distemper

Berbahayanya Distemper pada kucing, membuat kita sebagai pemilik kucing perlu waspada akan serangan virus mematikan ini. Beberapa langkah pencegahan bisa Anda lakukan agar menurunkan resiko kucing terserang Distemper, diantaranya:

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Kucing Saat Perubahan Cuaca

Pergantian musim dan hujan yang terus menerus bisa membuat kucing menjadi rentan stress, sehingga mempengaruhi daya tahan tubuhnya. Berikanlah asupan nutrisi yang cukup dan suplemen untuk meningkatkan daya tubuh kucing.

Gunakan Vaksinasi

Vaksinasi merupakan langkah terbaik dalam mencegah terjadinya serangan Distemper pada kucing. Usahakan untuk memberikan vaksinasi pada kucing saat berusia 8 minggu dan kemudian diulang 4 minggu setelah vaksinasi yang pertama. Pastikan untuk meminta dokter hewan untuk menyertakan vaksin FPV kedalam paket vaksin yang diberikan pada kucing Anda. Kucing hamil yang tidak mendapatkan vaksin memiliki resiko tertinggi akan adanya komplikasi yang fatal, hal ini terjadi karena sistem imunnya menurun karena kehamilan.

Bersihkan Rumah dan Kandang

Penting untuk selalu memperhatikan rumah dan kandang kucing. Terlebih jika Anda akan membawa kucing baru dari luar, pastikan peralatan kucing yang ada di rumah telah bersih sepenuhnya dari virus dan bakteri serta higienis untuk digunakan.

Bagi Anda yang sedang mencari cara untuk mencegah kucing yang terkena Distemper, tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa tips di atas, selain tentu saja akan lebih baik dengan membawa kucing Anda ke dokter hewan terdekat.

Penyebaba, gejala dan cara mengobati penyakit distemper pada kucing. Penanganan kucing yang terkena distemper serta tips agar tidak menular pada manusia. Category: Kesehatan Kucing. Tagged with: , , .

Terms: cara mengobati distemper pada kucing, cara mengobati kucing yang distemper dengan obat alami, obat untuk kucing yang sakit terkena syaraf, pertolongan pertama pada kucing dis, obat alami distemper kucing bengal, gejala distemper pd kucing, penyebab distemper pada kucing hitam, distemper kucing sembuh nyamuk, distemper kucing sembuh dan, obat herbal distemper kucing, distemper kucing sembuh in english, distemper kucing sembuh gerd, obat alami distemper symptoms, obat alami distemper kucing himalaya, penyebab, gejala dan cara mengobati distemper pada kucing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!